Kompetensi Guru

by -

Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia adalah dengan mengalokasikan 20 persen dari anggaran negara untuk pendidikan, dan lebih dari separuhnya dipergunakan untuk kesejahteraan guru. Arah kebijakan ini sebagai upaya untuk meningkatan kompetensi guru sesuai standar yang telah ditetapkan, sebagaimana diamanahkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah mengalokasi penghasilan tambahan bagi guru yang diantaranya berupa Tunjangan Kinerja (Tukin). Dengan pemberian tunjangan kinerja ini diharapkan dapat memotivasi guru agar bekerja lebih baik yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerjanya, dalam hal ini kinerja guru sebagai pendidik profesional.

Kinerja merupakan prestasi kerja atau penampilan kerja (performance), diartikan sebagai ungkapan kemampuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu (Fattah, 2013:19). Kinerja guru pada dasarnya merupakan aktivitas yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Kualitas kinerja guru akan sangat menentukan kualitas hasil pendidikan, karena guru merupakan pihak yang paling banyak bersentuhan langsung dengan siswa dalam proses pembelajaran di lembaga pendidikan. Kinerja guru bukan hanya sebatas melaksanakan kurikulum sebagai beban kerja, tetapi justru banyak tugas lain yang harus dilaksanakan dan itu terwujud dalam bentuk kinerja seorang guru. Inilah hakikatnya tuntutan profesionalitas yang merupakan beban dan tanggung jawab seorang guru berdasarkan kompetensi yang harus dimilikinya.

Sikap guru profesional : Dedikatif, Komitmen, dan Continous Improvement

Seorang guru dikatakan telah mempunyai kemampuan profesional jika pada pada dirinya melekat sikap dedikatif yang tinggi terhadap tugasnya, sikap komitmen terhadap mutu proses dan hasil kerja, serta sikap continous improvement, yakni selalu berusaha memperbaiki dan memperbaharui model-model atau cara kerjanya sesuai dengan tuntutan jaman yang dilandasi oleh kesadaran yang tinggi bahwa tugas mendidik adalah tugas menyiapkan generasi penerus yang akan hidup pada jamannya di masa yang akan datang (Muhaimin, 2001:63). Maka profesionalisme guru sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam menjalankan profesinya, sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 10 UU No. 14 Tahun 2005 bahwa guru harus memiliki kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.

  • Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.
  • Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan kepribadian yang mantap, berakhlak mulia, arif, dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik.
  • Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
  • Kompetensi Profesional adalah kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam.

Dan pada Bab IV Pasal 20 (a) dinyatakan bahwa standar prestasi kerja guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Tugas pokok guru tersebut yang diwujudkan dalam kegiatan belajar mengajar merupakan bentuk kinerja guru.

Pengembangan kompetensi menjadi sebuah kewajiban bagi setiap guru, dan hendaknya dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab, karena guru merupakan ujung tombak berlangsungnya proses pembelajaran, dengan semakin meningkatnya kompetensi yang dimiliki guru, maka akan semakin meningkat pula kualitas pendidikan.

Author: Fathurrohman

Gravatar Image
Tenaga Pendidik Pada Madrasah Ibtidaiyah